Archive for Oktober, 2007

h1

Rockabilly & Otomotif

Oktober 8, 2007

ROCKABILLY DAN OTOMOTIF

Apa sih yang disebut rockabilly? Menurut beberapa situs yang berkonsentrasi terhadap aliran rockabilly, menyebut kalau aliran ini merupakan akar dari musik rock & roll berasal dari Amrik. Merupakan campuran khas dari musik blues, country serta gospel.

Penganut aliran rock & roll antara lain; Elvis Presley, Carl Perkins, Ricky Nelson, Buddy Holly, Charlie Feathers, The Crickets, Stray Cats, serta Johnny Powers. Gaya pakaianpun punya ciri sendiri, misalnya saja rambut jambul (Calypso) yang tegak berdiri mirip John Travolta dalam film Grease, jaket kulit, sepatu snickers seperti Converse All Stars. Untuk yang cewek pakai kaos oblong atletik, sweater, syal dan sepatu hak rata. Di Indonesia sendiri, salah satu band asal Bali yang bergaya musik seperti ini adalah The Hydrant.

Nah, aliran musik biasanya punya koneksi kuat dengan gaya hidup otomotif. Seperti rockabilly yang merupakan musik murni khas Amerika, gaya hidup otomotifnya juga kental dengan nuansa mobil-mobil Amerika lawas tahun 50-an yang punya gaya hot rod atau rat rod. Makanya mobil-mobil seperti Chevy Impala, Bel Air, Deluxe, serta Ford Mercury jadi mobil favorit gaya ini.
Read the rest of this entry ?

h1

TRAFFIC JAM (SUPERSEMRAWUT) ON KEBON JERUK

Oktober 5, 2007

TRAFFIC JAM (SUPERSEMRAWUT) ON KEBON JERUK

Superbuset deh! Hari ini tanggal 5 Oktober alias 8 hari menuju Hari Raya pertigaan kebon Jeruk yang biasa disebut pertigaan Relasi semrawut abis. Seperti yang ditakutkan teman-teman kantor, kalau jalan raya Panjang kebon Jeruk bakal dilewati jalur bus way koridor ‘entah’ dengan perkiraan rute Kalideres-Lebak Bulus itu TERJADI.

Bukan menentang pemerintahan kota, namun mbok ya dipikir2, jalanan Kebon Jeruk-Arteri Pondok Indah-Pondok Indah sudah macet di hari-hari biasa, kini ditambah penyempitan lajur paling kanan untuk si Bus Way.

 

Read the rest of this entry ?

h1

velg-velg retro

Oktober 1, 2007

Diambil dari Majalah MOTOR edisi 282, penulis: rendy, foto: rendy

MASIH JADI HARTA KARUN?

Enkei, Cheviot, Speedline, Potenza Rally, memang label velg-velg lawas yang sempat kesohor di periode 80’an. Jadul sih, tapi jangan salah, sepatu-sepatu yang kebanyakan berukuran 13 – 15 inci ini punya fans-fans berat. “Biasanya velg-velg tahun 80’an tipenya reli dan balap, paling banyak dicari orang Enkei Limited Compe,” bilang Peter Jacobs, salah satu fans berat velg-velg retro. Ibarat harta karun atau collector item, tak jarang velg-velg ini dipakai untuk menghiasi ruang tamu maupun bengkel.

velg-kecil1.jpg

Masalah harga sebenarnya tidak ada patokannya, tapi sebagai ancar-ancar harga berkisar mulai dari Rp 500 ribu – 3 jutaan. Biasanya harga tergantung dari kondisi velg. ‘Kalau peang-peang dikit it’s okelah, tapi kalau retak-retak atau somplak bisa tawar-tawar dulu,” bilang Mr. R, seorang maniak velg lainnya yang punya 30 set velg lawas didalam gudangnya.

Ditambahkan Mr.R, velg-velg yang beredar di tahun 80’an di Indonesia kebanyakan velg Jepang, dihubungkan dengan kondisi tren yang lebih didominasi oleh merek Toyota dengan Corolla DX-nya. “Ada yang 3 piece, biasanya kandungan titaniumnya lebih banyak, sedangkan yang one piece biasanya bahannya dari Magnesium,” kata Peter Jacobs, juragan bengkel modifikasi Jacobson di bilangan Deplu Raya, Jakarta Selatan.

Lalu dimana mesti mendapatkannya? “Wah, kalau beberapa tahun lalu, di pinggiran jalan daerah Tanah Abang memang banyak, tapi sekarang jarang banget, mungkin banyak velg yang dilebur dan ditimbang sekarang,” kata Peter.

“Saya juga dapat di jalan, kalau ada mobil yang pakai velg retro, saya stop lalu langsung nawar velgnya,” kekeh Mr. R. Waduh susah dong carinya? Memang, tapi fenomena ini memang ada, yang pasti sebagian orang masih menganggap velg-velg retro sebagai harta karun. Apakah akan menjadi tren yang terulang? Lalu bagaimana cara pilih velg-velg tersebut? Ada yang mau bantu komentar? Rendy